Norton Internet Security 2009

Sebenarnya saya sudah lama menghindari penggunaan produk-produk Norton di PC saya. Alasannya, apalagi kalau bukan soal performa. Pertama kali saya memakai produk Norton dibawah sistem operasi Windows XP, kalau tidak salah sekitar tahun 2004-2005, saya langsung kapok. Terlalu banyak resource yang tersita, sehingga mesin Pentium 4 (yang saat itu terbilang standar), berjalan terseok-seok layaknya pentium 2!
Tapi, berawal dari ketidak-puasan terhadap produk anti virus yang saya gunakan sekarang, saya coba mencari-cari produk antivirus alternatif. Ketemulah dengan Norton Internet Security 2009 yang baru saja dirilis beberapa waktu lalu. Dari promosinya, produk ini sepertinya cukup menjanjikan: ringan (hanya menggunakan memori sekitar 7 MB), cepat, dan menyediakan proteksi yang handal.
Setelah mendownload versi trialnya dan mencobanya di PC saya, saya rasa promo itu tidak terlalu berlebihan. Instalasi hanya memakan waktu kurang dari semenit. Sistem tetap kencang, dan saya juga merasa lebih secure. Memang ada sedikit kelambatan pada saat startup, yang sepertinya lebih disebabkan oleh penggunaan resource prosesor ketimbang aktifitas baca-tulis di hard-disk, tapi itu juga masih dalam batas yang bisa ditoleransi.
Salah satu fitur yang saya suka, adalah opsi untuk menonaktifkan fitur auto-protect dengan hanya mengklik kanan ikon pada taskbar. Saya biasanya memang lebih sering mematikan antivirus, kecuali saat melakukan aktivitas yang beresiko (misalnya, saat membaca flash-disk milik orang lain). Sejauh yang saya amati, hanya ada sedikit perbedaan performa antara saat fitur auto-protect diaktifkan dengan saat tidak aktif.
Satu hal yang menarik dari software ini, adalah fitur proteksi anti pembajakan yang diklaim cukup canggih. Norton sepertinya tidak main-main untuk melindungi produknya dari ancaman para pembajak. Konon para pemasok key-generator sampai sekarang masih belum juga sanggup memecahkan kode proteksi Norton. Tapi apa betul produk ini aman dari pembajakan?
Ternyata tidak! Ceritanya, Norton menyediakan versi trial untuk didownload oleh calon pengguna di websitenya. Versi ini dapat bekerja penuh. Seluruh fitur aktif, termasuk update definisi virus terbaru. Hanya saja, versi ini akan expire setelah 15 hari diinstall. Celah inilah yang dimanfaatkan oleh para pembajak.
Dengan menggunakan utiliti khusus yang bisa dijalankan oleh sistem saat startup, counter penggunaan software ini dapat dimanipulasi untuk selalu expire pada 15 hari kemuka, tidak perduli berapa lama software itu telah diinstall. Dengan kata lain, software dapat terus-menerus aktif tanpa mengenal kadaluwarsa. Ini memang bukan teknik yang sempurna, karena pengguna masih harus berhadapan dengan ‘nag screen’ setiap kali masuk ke interface Norton, tapi diluar itu, semua fungsi masih berjalan dengan normal.
Yang jadi pertanyaan sekarang, dengan cara demikian, apakah pengguna masih bisa dianggap menjalankan software ini secara legal? Maksud saya, software ini merupakan versi trial resmi yang didownload dari website pembuatnya. Tidak ada modifikasi (patching) maupun penggunaan nomor seri bajakan pada program. Semua dibiarkan apa adanya. Hanya saja, sistemlah yang direkayasa untuk menipu counter masa kadaluarsa software bersangkutan. Ada yang bisa memberi pencerahan berkenaan dengan hal tersebut?
Anyway, secara umum saya puas dengan produk ini dan tidak keberatan untuk membeli versi originalnya. Produk ini sudah terinstall di komputer saya sejak sekitar sebulan lalu, dan masih akan expire pada “15 hari lagi”

0 komentar:

Artikel yang berhubungan

Bisnis OK

Peluang Usaha Tanpa Modal di Internet
Dapatkan $10 hanya dengan mendaftarkan email anda
100% Tanpa Modal
100% Tanpa Resiko
Dijamin halal
Join Sekarang